Minggu, 27 Januari 2019

DIGITAL MARKETING Oleh KKN 36


DIGITAL MARKETING DESA KRAMAT BANGKALAN

Digital marketing adalah suatu usaha untuk melakukan pemasaran sebuah brand atau produk melalui dunia digital atau internet. Tujuannya ialah untuk menjangkau konsumen maupun calon konsumen secara cepat dan tepat waktu. Selama ini kelompok tani Ambudi Makmur 2 dan karang taruna desa hanya memahami cara menggunakan sosial media namun, tidak mengetahui cara memasarkan produk menggunakan sosial media. Digital marketing yang digunakan pada kegiatan di Desa Kramat ada 2, yaitu Instagram dan Facebook.
Kelompok KKN (Kuliah Kerja Nyata) 36 Universitas Trunojoyo Madura Tahun Akademik 2018-2019 Desa Kramat Bangkalan berhasil mengadakan kegiatan pelatihan digital marketing yang bertujuan menambah pengetahuan masyarakat sekitar mengenai pemasaran melalui digital marketing. Audien yang hadir dan mengikuti rentetan acara dapat dikatakan antusias karena rata-rata audien belum mengetahui cara memasarkan produk menggunkan Instagram dan Facebook.
Setiap hari Kamis kelompok KKN 36 melaksanakan kegiatan pelatihan digital marketing bertempat di balai Desa Kramat Bangkalan. Antusias dan juga keinginan audien untuk mengikuti kegiatan ini menjadikan semangat bagi kami dalam melakukan setiap kegitan digital marketing. Dukungan  dan apresiasi dari Kepala Desa (Bapak Moh. Nasir) sangat membantu kesuksesan dalam kegiatan ini. Kehadiran perangkat desa dan tokoh masyarakat juga sangat berpengaruh dalam kelancaran pelatihan  digital marketing.







JUMAT BERSIH OLEH KKN 36


Jumat Bersih KKN 36 Desa Kramat Bangkalan

Salah satu program kerja yang dilaksanakan oleh kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 36 Universitas Trunojoyo Madura adalah Jumat Bersih yang dilaksanakan setiap hari jumat pukul 06.00 WIB. Jumat bersih diikuti oleh seluruh mahasiswa KKN 36 yang berjumlah sebanyak 15 orang dengan penanggung jawab kegiatan Rizky Fajrin Novianti dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Kegiatan ini dimulai dari bersih-bersih daerah Balai Desa hingga halaman luar Balai Desa Kramat Bangkalan. Tanggal pelaksanaan dimulai dari tanggal 4, 11, dan 18 Januari 2019. Kegiatan Jumat bersih merupakan salah satu program kerja yang ditunggu-tunggu oleh mahasiswa KKN karena kegiatan ini tidak membutuhkan banyak peralatan. Selain itu Jumat bersih diwarnai oleh berbagai keseruan yang diciptakan oleh mahasiswa KKN.

Setiap hari Jumat pagi-pagi sekali di dalam Balai sudah terdengar lagu-lagu yang dapat memicu semangat mahasiswa, mulai dari lagu dangdut asli, dangdut koplo, pop, hingga lagu-lagu luar negeri. Di tengah-tengah kegiatan Jumat bersih mahasiswa bersama-sama melakukan joget untuk sedikit mengurangi rasa lelah yang dirasakan selama kegiatan bersih-bersih. Jadi, selain lingkungan Balai Desa Kramat sebagai tempat tinggal kelompok KKN 36 UTM  menjadi bersih dan indah untuk dilihat juga untuk mempererat hubungan kekeluargaan antar anggota kelompok. Sehingga terdapat beberapa manfaat yang diperoleh dari kegiatan Jumat bersih dan dapat meninggalkan kesan yang berarti di hati setiap anggota meskipun KKN sudah berakhir.

RUMAH PINTAR


 Rumah Pintar oleh KKN 36 UTM
Pembelajaran tambahan di luar jam belajar sekolah dewasa ini memang sangat diperlukan untuk membantu kesulitan belajar siswa. Hal inilah yang coba diangkat dan diprogramkan oleh KKN kelompok 36 Universitas trunojoyo Madura. Program ini dilaksankan untuk membantu siswa-siswi dalam beberapa desa untuk membantu belajar, mengatasi, dan memecahkan kesulitan materi yang belum mereka pahami disekolah. Program ini sendiri dinamai dengan Rumah Pintar. Selain bertujuan membantu proses belajar mengajar, Rumah Pintar yang di usung oleh kelompok KKN 36 juga berusaha membuat proses belajar mengajar di luar jam sekolah menjadi lebih menyenangkan, sehingga terciptanya pembelajaran yang tidak terkesan memaksa dan mudah untuk dimengerti siswa-siswi disetiap desa.  

Rumah Pintar sendiri di laksankan pada lima desa yaitu Palenggian Timur, Palenggian Barat, Markolak Timur, Markolak Barat dan Keper dengan waktu dua hari dalam satu minggu pada tiap-tiap desa.  Waktu bimbingan belajar dilaksakan pukul 6 sore selepas magrib. Dalam pelaksanaan kegiatan siswa diajak untuk bersama-sama bernyanyi dan meneriakan yel-yel yang unik serta beragam yang dipandu langsung oleh kelompok KKN 36. Hal ini terbukti sangat efektif membangkitkan semangat para siswa untuk belajar. Pelaksanaan proses belajar mengajarpun dilakukan dengan teknik yang lebih sederhana dan masing masing anggota kelompok KKN 36 juga berusaha melakukan pendekatan langsung pada siswa-siswi di setiap desa. Hasilnya membuat siswa leluasa berkonsultasi, bertanya atau berdiskusi mengenai materi pelajaran yang belum dipahaminya. Di akhir pembelajaran sebagai rasa penghargaan akan keberanian dan kedisiplinan siswa mengikuti pembelajar, masing-masing dari anggota kelompok KKN 36 juga memberikan hadiah untuk siswa-siswi yang berhasil menjawab pertanyaan pada setiap materi yang telah diajarkan.   
Program Rumah Pintar yang di usung oleh kelompok KKN 36 dapat di katakan sukses dan berhasil ini dapat dilihat dari antusias siswa dalam mengikuti setiap pembelajaran. Selain itu respon dari warga juga sangat baik. Hal ini seperti yang di sampaikan masing-masing ketua pada setiap dusun bahwa warga merasa senang dan berterimakasih karena meresa terbantu dengan adanyaprogram Rumah Pintar yang diusung oleh kelompok KKN 36. Kepala dusun Palengkian Barat juga menambahkan bahwa diharapkan Program yang serupa Rumah Pintar juga dapat diusung oleh kelompok KKN selanjutnya, karena selain membantu proses belajar mengajar, anak-anak juga akan merasakan pengalaman metode dan teknik belajar yang lain yang lebih menyenangkan yang tentunya akan menambah pengalam mereka dalam belajar.



PELATIHAN PEMBUATAN KERANJANG SALAK DARI BAMBU

PELATIHAN PEMBUATAN KERANJANG SALAK DARI BAMBU

            Bambu merupakan tanaman terbanyak kedua setelah tanaman salak yang budidayakan di Desa Kramat. Kegiatan pelatihan ini dilakukan pada hari rabu tanggal 16 Januari 2019 , dengan pemilihan Lokasi berada pada Rumah Ibu Saniyah Selaku Ketua Kelompok Tani Ambudi Makmur 2 yang bertempat pada Dusun Markolak Timur Desa kramat, Kecamatan Bangkalan Kabupaten Bangkalan. Dalam proses pelatihan mahasiswa dan masyarakat saling bertukar pengalaman baik dari tenaga maupun pemikiran demi menghasilkan produk sesuai dengan apa yang di butuhkan kelompok dan output yang diharapkan oleh Kelompok KKN 36 UTM. 

             Program ini bertujuan memberdayaan Kelompok Tani Ambudi Makmur 2 dalam pengelolaan sumberdaya lokal dalam menunjang pemasaran produk salak segar dan olahan dari buah salak. Bambu yang pada awalnya hanya menjadi tanaman perkebunan coba di manfaatkan oleh Kelompok KKN 36 Universitas Trunojoyo Madura menjadi kerajinan yang bernilai jual. Di Bangkalan sendiri dalam pemasaran buah salak tidaklah dijual seperti di daerah- daerah di pulau jawa, disini petani menjual buah salak segar dengan hitungan bak plastik, sedangkan di daerah lain buah salak dijual dengan sistem kiloan. Sehingga hal tersebut menjadi kekurangan dalam pemasaran produk salak itu sendiri. Pada saat buah salak dijual dengan kemasan bak plastik yang berkisar berisi buah salak segar lebih dari 10 Kg maka konsumen akan enggan dalam membeli produk salah tersebut kecuali salak tersebu akan di jual kembali.
            Manfaat dari pelatihan ini sendiri adalah mengelola bambu menjadi keranjang kemasan buah segar demi meningkatkat nilai jual buah salak segar pada Desa Keramat.  Agar salak pada daerah kramat sendiri mampu bersaing dan menembus pasar yang lebih luas dengan keunikan rasa yang dimiliki dan ditunjang dengan kemasan yang unik dan menarik.

Rabu, 23 Januari 2019

Yasinan KKN 36 Bersama Warga Desa Kramat

Yasinan KKN 36 Bersama Warga Desa Kramat

Berbicara tentang madura pasti yang di ketahui oleh masyarakat adalah kerapan sapinya, carok, intonasi suara yang tinggi dan budaya serta adat istiadat lainnya. Madura juga terkenal dengan garamnya yang melimpah sehingga mendapatkan julukan “pulau garam”. Di madura sendiri terdapat 4 kabupaten diantaranya adalah bangkalan, sampang, pamekasan dan paling ujung ialah sumenep. Di setiap kabupaten masih kental akan religinya seperti halnya masyarakat madura yang masih menjunjung tinggi seorang kyai. Selain itu kentalnya religi masyarakat madura bisa dilihat dengan adanya yasinan setiap minggu, sholawat burdah dan acara-acara religi lainnya.

Di salah satu kabupaten yang letaknya di ujung bagian barat pulau madura yaitu bangkalan juga masih kental akan religinya kota yang mendapat julukan kota dzikir dan sholawat ini memiliki wisata religi bernama syaichona kholil, nama syaichona kholil sendiri diambil dari salah seorang waliyullah yang memiliki karamah seperti halnya wali songo. Syekh Kholil berasal dari keluarga ulama. Ayahnya, KH Abdul Lathif, mempunyai pertalian darah dengan Sunan Gunung Jati. Ayah Abdul Lathif adalah Kiai Hamim, putra dari Kiai Abdul Karim bin Kiai Muharram bin Kiai Asror Karomah bin Kiai Abdullah bin Sayyid Sulaiman Basyeiban. Sayyid Sulaiman inilah yang merupakan cucu dari Sunan Gunung Jati dari pihak ibu.
Di bangkalan terdapat desa yang bernama kramat yang letaknya sekitar 3 kilometer dari masjid syaichona kholil yang dimana masjid tersebut merupakan tempat peristirahatan terakhir syech kholil. Di desa kramat terdapat 5 dusun diantaranya dusun morkolak timur, morkolak barat, palenggian timur, palenggian barat, dan keper. Di desa kramat masih kental dengan religinya. Bukti masih kentalnya religius di desa kramat adalah dengan adanya pondok pesantren, anak-anak kecil yang setiap hari pergi untuk madrasah dan malam hari setelah maghrib pergi mengaji. Tak hanya itu sebagian warga juga melakukan kegiatan yasinan setiap satu minggu sekali di dusun mereka masing-masing dan sudah terjadwal. Ketika yasinan para warga berkumpul untuk membacakan yasin satu kali, sholawat nariyah sebanyak 4444 dan menghitungnya dengan menggunakan media biji jagung yang dimana 1 jagung 4 sholawat nariyah. Tak hanya yasinan di desa kramat juga terdapat kegiatan keagamaan burdah. Burdah ini biasanya dilakukan setiap tahun sekali pada bulan agustus dengan cara keliling perdusun dan tempatnya sudah ditentukan.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kramat kelompok 36 UTM (Universitas Trunojoyo Madura) memiliki program kerja yang dilaksanakan pada setiap malam mulai dari pukul 19.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB tetapi ketika ada kegiatan rumah pintar kegiatan tersebut diliburkan. Yasinan yang diikuti oleh seluruh mahasiswa KKN 36 Kramat berjumlah 15 orang. Program kerja Yasinan tersebut bertujuan untuk selalu mengingat allah dan menumbuhkan kebersamaan antar mahasiswa KKN. Yasinan tersebut di gelar di ruangan balai yang cukup luas sehingga dapat memberikan kenyamanan. Penanggung jawab dari kegiatan ini adalah wildan isfaguswanto dari jurusan ilmu komunikasi dan juga bertanggung jawab sebagai kordinator desa (kordes). Diadakan program kerja yasinan tersebut karena melihat dari latar belakang desa yang religius sehingga terciptalah program kerja tersebut.
Tidak hanya yasinan di balai bersama mahasiswa KKN, dan mahasiswa KKN juga mengikuti yasinan di dusun-dusun di desa kramat. Dengan mengikuti yasinan di dusun-dusun tersebut sehingga dapat tercipta hubungan baik antara warga dan mahasiswa KKN. Respon dari warga juga sangat baik bisa berbaur dengan warga dan juga yasinan ini bertujuan untuk mencapai arti dari KKN itu sendiri.

Kelas Inspirasi


Kelas Inspirasi
         Kelas inspirasi adalah sebuah pergerakan yang bertujuan untuk menginspirasi murid SD dengan cara mengundang professional untuk menjadi penginspirasi dengan cara berbagi cerita tentang profesi. Kami percaya kehadiran penginspirasi membuat anak anak termotivasi untuk bercita cita lebih tinggi dan memberikan mereka satu alasan lagi untuk tetap bersekolah.
KKN Kelompok 36 Universitas Trunojoyo Madura Tahun Akademik 2018-2019 yang berada di Desa Kramat telah mengadakan kegiatan kelas inspirasi yang berlokasi di tiga tempat yaitu, pada tanggal 5 januari di TK roudlotul islamiyah kramat, pada tanggal 12 januari di SDN Kramat 1, dan pada tanggal 19 januari di SDN Kramat 1
Pada hari pelaksanaan, para penginspirasi akan dikirim ke SD yang telah ditentukan. Penginspirasi nantinya bertugas untuk memotivasi siswa dengan cara berbagi cerita mengenai beberapa profesi didepan kelas. Di Kelas Inspirasi, KKN kelompok 36 Universitas Trunojoyo Madura berbagi kisah di hadapan siswa-siswa SD di desa Kramat. Pada kegiatan ini diberi gambaran tentang apa itu cita – cita dan bagaimana mana cara menggapainya. Dengan memberi pemahaman dan motivasi tentang cita – cita mereka karena terkadang anak – anak itu tidak paham apa itu cita – cita, maka tugas kita harus bisa menguasai bagaimana jiwa anak, dan diharapkan agar anak-anak mendapatkan wawasan yang lebih luas dan berani bercita-cita tinggi.

 Setelah selesai materi siswa diminta untuk menuliskan nama dan cita-cita mereka masing-masing di sebuah kertas berwarna dan dilanjutkan dengan kegiatan finger panting. Secara keseluruhan kegiatan kelas inspirasi yang diadakan oleh KKN Kelompok 36 Universitas Trunojoyo Madura berjalan sukses. Dapat terlihat dari antusiasme siswa SD di Kramat yang mengikuti kegiatan kelas inspirasi tersebut.



















PEMASARAN PRODUK OLAHAN SALAK DESA KRAMAT DI PUSAT KABUPATEN BANGKALAN


PEMASARAN PRODUK OLAHAN SALAK DESA KRAMAT DI PUSAT KABUPATEN BANGKALAN


Strategi pemasaran dalam suatu usaha sangatlah penting. Pemilihan strategi pemasaran yang salah akan berakibat kurang laris-nya hasil jual produk. Selama ini kelompok tani Ambudi Makmur 2 menjual hasil olahan salak mereka dengan cara menunggu konsumen yang datang ke rumah produksi untuk membeli produk yang dijual. Terkadang mereka juga melakukan strategi pemasaran dengan mengikuti pameran-pameran UMKM yang diadakan di daerah-daerah. Dengan strategi pemasaran tersebut dirasa kurang cocok untuk memperkenalkan dan juga memaksimalkan produk yang dijual.



Kelompok KKN 36 dari Universitas Trunojoyo Madura berinisiatif untuk mencoba strategi pemasaran dengan menjemput konsumen atau pembeli. Menjemput konsumen ini dimaksudkan agar produk yang dijual tidak ada perantara lain antara penjual dan pembeli dan juga untuk memperkenalkan olahan salak yang khas dari desa Kramat, kabupaten Bangkalan ke luar desa, khususnya di kabupaten Bangkalan.



Pada hari Minggu 30 Januari 2018 kelompok KKN 36 memasarkan produk olahan salak ke Alun-alun Bangkalan dan Stadion Bangkalan. Pemilihan lokasi di kedua tempat ini karena dirasa sebagai pusat keramaian kabupaten Bangkalan. Kelompok yang beranggotakan 15 orang dibagi menjadi 2 bagian dengan jumlah masing-masing 7 dan 8 mahasiswa. Mereka bertugas memasarkan produk olahan salak dari kelompok tani Ambudi Makmur 2 desa Kramat, kabupaten Bangkalan. Selain memasarkan produk olahan, mereka juga membagikan brosur kepada calon konsumen. Tujuan membagikan brosur ini agar produk olahan salak dari kelompok tani Ambudi Makmur 2 desa Kramat dapat dikenal masyarakat luas.



Respon masyarakat sangat bagus. Beberapa dari mereka melihat brosur yang dibagikan dan mencoba tester. Beberapa lagi membeli produk yang dijual. Total produk yang berhasil dijual 5 macam produk. Hal ini dapat dijadikan pilihan untuk kelompok tani Ambudi Makmur 2 desa Kramat sebagai strategi pemasaran yang baru karena sangat bagus jika diterapkan. Selain lebih banyak produk yang dijual, pengenalan produk kepada masyarakat luas juga dapat dilakukan dengan strategi pemasaran ini.